Panduan Lengkap Wisata di Surabaya dan Sekitarnya

Panduan Lengkap Wisata di Surabaya dan Sekitarnya

Selama ini, Kota Surabaya lebih dikenal sebagai Kota Pahlawan dan kota metropolitan. Tapi, tahukah kamu kalau ada banyak pilihan tempat wisata di Surabaya dan sekitarnya yang juga menarik untuk dikunjungi?

Mulai dari wisata sejarah, modern, pantai, religi, air, kuliner, dll ada di sini. Beberapa tempat wisata ini mungkin malah sulit kamu jumpai di kota-kota lain.

Asiknya lagi, sebagai kota modern, fasilitas transportasi di sini sudah sangat memadai. Sehingga, kamu bisa mengunjungi berbagai destinasi dengan mudah.

Jadi, jangan ragu buat mampir ke sini kalau ada kesempatan. Tapi sebelumnya, simak dulu informasi di bawah ini biar kamu nggak kebingungan lagi begitu sampai di sana.

Mengenal Kota Surabaya

Kota Surabaya terletak di Provinsi Jawa Timur, berbatasan dengan Selat Madura di sebelah utara dan timur, Kabupaten Sidoarjo di selatan, serta Kabupaten Gresik di barat.

Luas wilayahnya 350,54 km², sedangkan jumlah penduduknya mencapai 2,8 juta lebih di tahun 2015. Angka ini menempatkannya sebagai kota terbesar kedua setelah Jakarta dilihat dari total jumlah penduduk.

Sebagian besar wilayahnya terdiri dari dataran rendah dengan ketinggian 3 – 8 m di atas permukaan laut. Sisanya merupakan daerah perbukitan dengan gelombang rendah yang berpusat di wilayah barat dan selatan.

Meski berada di tepi perairan, kota ini tidak berhadapan langsung dengan samudera dan tidak berada di jalur sesar aktif. Sehingga, tergolong aman dari bencana gempa bumi, tanah amblas, dan gunung meletus.

Iklim dan Cuaca

Seperti kota-kota di Indonesia pada umumnya, Kota Surabaya memiliki musim kemarau dan hujan. Curah hujan tertinggi di atas 200 mm/bulan biasanya terjadi di Januari – Maret dan November – Desember.

Kalau ingin pergi ke tempat wisata di Surabaya dan sekitarnya dengan nyaman, hindari bulan-bulan tersebut. Atau, kamu bisa membekali diri dengan payung dan jas hujan.

Suhu udaranya sendiri berkisar antara 23,6 °C dan 33,8 °C. Sementara itu, kelembabannya cukup tinggi dengan rata-rata minimum 50% dan maksimum 92%. Membuat kita jadi mudah gerah dan berkeringat sehari-hari.

Budaya Menarik

Meski sudah dikenal sebagai kota metropolitan, masih ada budaya-budaya menarik yang bisa kamu temui di sini. Ada yang melekat erat di kehidupan sehari-hari, namun ada pula yang hampir hilang sama sekali.

1. Suku Jawa yang “Keras”

Meski sama-sama berasal dari suku Jawa, masyarakat Jawa di Kota Pahlawan dikenal lebih “keras” dan blak-blakan. Diduga, hal ini disebabkan oleh lokasinya yang cukup berjauhan dari keraton. Berbeda dengan Jogja dan Solo yang lebih lembut dan nggak enakan.

Karakter “keras” ini tak hanya tercermin lewat pribadi masyarakatnya yang egaliter, tegas, dan ceplas-ceplos. Tapi juga lewat dialek khasnya yang dikenal sebagai boso Suroboyoan.

Jadi, buat yang berasal dari Jawa Tengah dan Yogyakarta, jangan kaget dan mudah tersinggung kalau ngomong sama orang setempat. Pisuhan atau umpatannya pun, tak usah terlalu diambil hati.

Selain berbeda logat, beberapa kosakata dalam boso Suroboyoan memiliki makna berbeda dari yang ada di Jawa Tengah dan Yogyakarta. “Mari” misalnya, berarti selesai, bukan sembuh. Sementara itu, “nggawe” berarti memakai, bukan membuat.

2. Larung Ari-Ari

Larung ari-ari berasal dari kata “larung” yang artinya menghanyutkan dan “ari-ari bayi”. Tradisi yang memadukan kepercayaan Jawa dengan agama Islam ini sudah mulai punah. Namun, kadang masih bisa ditemui di wilayah pesisir.

Ari-ari yang sudah dicuci bersih dimasukkan ke kendil bersama garam, pensil, buku tulis, jarum, benang, kain putih, bunga telon, serta tulisan ayat Al-Quran.

Kendil ini kemudian diadzani sang ayah dan diarak menuju ke laut. Sepanjang perjalanan, para ibu-ibu pengiring arakan akan menyanyikan tembang Mocopat Dandhang Gulo Malatsih.

Sesampainya di tengah laut, bunga ditaburkan, lalu kendil dipecah di atas peti dan dihanyutkan. Lantunan Mocopat masih terus ditembangkan sambil menunggu ari-ari hanyut hingga cukup jauh.

Para pengiring kemudian kembali ke darat sambil menyanyikan tembang yang sama. Begitu sampai, tumpeng, lauk-pauk, dan jenang sengkolo sudah tersedia untuk dinikmati usai pembacaan doa.

3. Ludruk & Tari Remo

Ludruk merupakan kesenian drama khas Jawa Timur yang menceritakan tentang kehidupan sehari-hari. Pertunjukan diselingi lawakan dengan boso Suroboyoan dan diiringi gamelan untuk menghibur penonton.

Biasanya, ludruk dibuka dengan Tari Remo yang merupakan tarian selamat datang untuk para tamu. Barulah penonton diajak masuk ke isi cerita dengan lakon atau tema tertentu.

Tari Remo dan ludruk sendiri sudah dikenal sejak zaman perjuangan kemerdekaan Indonesia. Umumnya, keduanya dipakai untuk memompa perlawanan rakyat terhadap penjajah. Karakter tariannya yang dinamis seakan menggambarkan karakter masyarakat Kota Surabaya yang tegas.

Tahun 90-an sampai awal 2000-an, ludruk masih banyak diminati. Namun seiring dengan perkembangan teknologi dan membanjirnya program hiburan modern, minat pada ludruk semakin tergerus.

Pemerintah setempat sendiri tetap berupaya melestarikan kesenian-kesenian ini. Di antaranya dengan menyediakan sarana dan prasarana untuk menggelar pertunjukan ludruk secara rutin.

Tepatnya di Taman Hiburan Rakyat (THR) setiap malam minggu. Pertunjukan ini dimainkan oleh kelompok Ludruk Irama Budaya yang sudah berdiri sejak 1978.

4. Festival Remo – Yosakoi

Selain di THR, ada juga beberapa festival yang menampilkan ludruk dan Tari Remo. Salah satunya adalah Festival Remo – Yosakoi yang digelar tiap tahun untuk memperingati Sister City antara Kota Surabaya dan Kochi, Jepang.

Beberapa kelompok penari Remo dan Yosakoi akan bertanding merebutkan gelar juara umum. Acara ini juga dimeriahkan dengan promosi budaya serta tempat wisata Surabaya dan Kochi.

Jadwal Festival Remo – Yosakoi sendiri bisa berubah-ubah tiap tahun. Namun, umumnya tak jauh-jauh dari bulan Juli sampai Agustus.

Transportasi Menuju ke Kota Surabaya

Letaknya yang strategis membuat Kota Pahlawan mudah dijangkau dari berbagai tempat. Moda transportasi yang bisa kamu pakai pun bermacam-macam, mulai darat, udara, sampai laut.

Kendaraan Pribadi

Sebagai pusat transportasi darat di Jawa Timur, terdapat sejumlah jalan raya baik jalan nasional maupun jalan provinsi yang menghubungkan Kota Surabaya dengan kota-kota lainnya.

Dari arah Jakarta dan Jawa Tengah, kamu bisa mencapai tempat ini melalui jalur utara atau selatan dengan kendaraan pribadi.

Kalau lewat utara, kita akan melalui Jalan Nasional Rute 1 yang lebih dikenal sebagai jalur Pantai Utara (Pantura). Jalur ini menghubungkan Merak Banten dan Banyuwangi Jawa Timur. Kota-kota yang akan kamu lewati termasuk Indramayu – Cirebon – Tegal – Semarang – Tuban – Lamongan – Gresik.

Sementara itu, jalur selatan biasanya melewati Bandung – Nagrek – Tasikmalaya – Sumpiuh – Yogyakarta – Ngawi – Nganjuk – Jombang – Mojokerto. Bisa juga dari Yogyakarta menuju Pacitan – Trenggalek – Kediri – Jombang – Mojokerto – Surabaya.

Masing-masing jalur memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Jalur Pantura lebih lebar dan tak banyak tingkungan, sehingga cocok untuk pengendara mobil pemula. Namun di sisi lain, jalur yang terlalu lurus ini bisa membuat kita mengantuk.

Jalur selatan sendiri lebih berkelak-kelok dan sempit. Di beberapa titik seperti Nagrek dan Ciamis juga agak gelap. Namun, di sepanjang jalan kamu bisa melihat pemandangan indah dari desa-desa yang kamu lewati.

Bus

Kalau tak ada kendaraan pribadi, bus bisa jadi moda transportasi alternatif yang mudah diakses. Sudah banyak trayek langsung menuju Kota Surabaya dari kota-kota lain seperti Jakarta, Semarang, Solo, Yogyakarta, Malang, Banyuwangi, Denpasar, dll.

Harga tiketnya bermacam-macam tergantung kota asal dan jenis bus yang dinaiki. Bus eksekutif dari Jakarta misalnya, mematok tarif sekitar Rp310.000 untuk sekali jalan. Harga tiket ini biasanya sudah termasuk 1 kupon makan, snack, dan selimut.

Bus eksekutif dari Denpasar memasang tarif sekitar Rp175.000 – Rp225.000 sekali jalan. Sementara itu, dari Yogyakarta tarifnya sekitar Rp1.150.000 untuk bisnis dan Rp57.000 untuk ekonomi.

Pemberhentian bus terakhir ada di Terminal Purabaya alias Bungurasih yang terletak 13 km dari pusat kota. Dari sini, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke dalam kota dengan bus kota, ojek, taksi, atau angkot.

Kereta Api

Selain bus, kamu juga bisa naik kereta api untuk menuju Kota Pahlawan. Ada 2 stasiun utama di sini, yakni Gubeng dan Pasar Turi yang menjadi pemberhentian kereta jarak jauh.

Gubeng merupakan stasiun terbesar di Jawa Timur yang terletak di daerah Tambaksari. Stasiun ini melayani perjalanan dari dan menuju Kota Surabaya melalui jalur selatan dan timur.

Kereta dari Bandung, Jakarta, dan Yogyakarta via jalur selatan seperti Solo dan Tasikmalaya akan berhenti di sini. Selain itu, kereta dari Banyuwangi baik eksekutif, ekonomi, dan bisnis juga berhenti di stasiun ini.

Sementara itu, kereta yang melewati jalur pantura seperti Jakarta – Cirebon – Semarang – Cepu – Bojonegoro – Lamongan akan berhenti di Stasiun Pasar Turi. Letaknya ada di daerah Tembok Dukuh, Bubutan.

Kedua stasiun di atas juga melayani komuter lokal dari dan menuju Porong, Blitar, Malang, dan Kertosono. Komuter lokal ini umumnya juga berhenti di stasiun-stasiun kecil lain seperti Surabaya Kota, Wonokromo, Kandangan, Benowo, dll.

Pesawat

Kalau kamu berasal dari luar kota yang cukup jauh, pesawat tentunya jadi moda transportasi yang paling praktis. Apalagi, sudah banyak rute penerbangan langsung baik dari kota-kota di Indonesia maupun luar negeri.

Dari dalam negeri, kamu bisa berangkat dari Jakarta, Denpasar, Yogyakarta, Bandung, Solo, Semarang, Banyuwangi, Sampit, Lampung, Balikpapan, Makassar, dll. Kalau kamu dari luar negeri, sudah ada penerbangan langsung dari Kuala Lumpur Malaysia, Hong Kong, Filipina, Singapura, dll.

Bandaranya sendiri bernama Bandar Udara Internasional Juanda atau Bandar Udara Internasional Surabaya (SUB). Letaknya di Kabupaten Sidoarjo, 20 km di sebelah selatan Kota Pahlawan.

Dari sini, kamu bisa menggunakan bus DAMRI untuk menuju Terminal Bungurasih dan melanjutkan perjalanan ke pusat kota. Tarifnya Rp30.000 dengan waktu tempuh sekitar 30 – 45 menit.

Kapal Laut

Kamu pasti tahu pelabuhan kebanggaan warga Kota Surabaya, Tanjung Perak, kan? Selain menjadi pusat perdagangan menuju kawasan Indonesia timur, Tanjung Perak ternyata juga melayani perjalanan antar kota dan antar pulau.

Tak main-main, salah satu terminalnya, Gapura Surya Nusantara (GSN), bahkan punya fasilitas sekelas bandara. GSN pun menjadi terminal penumpang kapal laut termewah di Indonesia.

Menyajikan pemandangan pelabuhan dan Jembatan Suramadu di malam hari, GSN yang baru diresmikan 2014 bahkan menjadi destinasi wisata baru. Tepatnya di Surabaya North Quay yang juga menyajikan live music, wisata kuliner, dan wisata belanja.

Rute yang disediakan di GSN di antaranya ada yang dari dan menuju Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, Jayapura, dll. Selain itu, masih ada Terminal Ujung yang melayani rute Kota Surabaya – Madura.

Transportasi dalam Kota untuk Wisata di Surabaya

Ada beberapa cara yang bisa kamu tempuh untuk mengunjungi tempat-tempat wisata di Surabaya dan sekitarnya. Tak perlu khawatir meski tak membawa kendaraan pribadi karena transportasi umum di sini terbilang memadai.

Angkot

Angkot atau sering disebut lyn dan bemo oleh warga setempat adalah salah satu transportasi umum yang paling mudah ditemui. Angkot-angkot ini bisa dinaiki dari tepi jalan atau dari terminal.

Tiga terminal angkot dan bis kota utamanya yakni Joyoboyo, Bratang, dan Oso Wilangun. Selain itu, masih ada terminal angkot yang lebih kecil seperti Menanggal, Dukuh Kupang, Benowo, Manukan, Kenjeran, dll.

Total trayek angkot di sini sendiri mencapai 50 lebih. Untuk memudahkan penumpang, di badan angkot ada penanda berupa huruf dan penjelasan rute trayeknya. Warna angkot pun dibuat berbeda-beda.

Tarifnya dimulai dari Rp4.000 untuk jarak kurang dari 15 km. Lebih dari itu, dikenakan tambahan Rp200 per kilometer.

Oh iya, di sini, kalau mau berhenti kamu harus pencet bel yang ada di langit-langit angkot. Jadi jangan kaget dan ngambek kalau kamu dicuekin waktu bilang “kiri” ke sopirnya.

Becak

Becak bisa dijadikan pilihan untuk kamu yang ingin mengunjungi tempat wisata di Surabaya dan sekitarnya dengan santai. Apalagi, jalanannya yang datar akan membuatmu nyaman duduk manis di atasnya.

Tapi, karena udaranya yang relatif panas, kami sarankan agar kamu naik becak di malam hari saja. Apalagi di jam sibuk, lalu lintas bisa sangat padat dan mengurangi kenikmatan perjalananmu.

Tarifnya sendiri beragam tergantung jarak dan negosiasimu dengan pak tukang becak. Namun biasanya, berkisar antara Rp10.000 – Rp15.000 untuk jarak dekat sampai sedang.

Bus Kota

Ada dua jenis bus yang beroperasi, yakni patas dan ekonomi. Total ada 19 rute bus di jalan-jalan utama. Masing-masing ditandai dengan kode berupa huruf atau kombinasi huruf dengan angka.

Tahun 2017, tarifnya sekitar Rp3.000 untuk bus ekonomi jalur non tol. Sementara itu, bus patas mematok tarif Rp3.500 – Rp6.000. Cukup bersahabat kan buat kamu yang ingin ngirit saat mengunjungi tempat wisata di Surabaya dan sekitarnya?

Bus Wisata

Seperti Bogor dengan Uncal-nya, Kota Surabaya juga punya bus khusus untuk wisata. Malah, bus wisata di sini ada dua jenis. Yakni Surabaya Heritage Track (SHT) dan Surabaya Shopping and culinary Track (SSCT).

1. Surabaya Heritage Track

SHT dikelola oleh House of Sampoerna (HoS) yang bekerja sama dengan PT Pos Indonesia. Seperti namanya, bus ini akan mengajakmu berkeliling melihat-lihat gedung-gedung warisan sejarah di wilayah utara Kota Surabaya.

Ada 5 macam rute tematik yang disediakan. Yakni Kota Pahlawan, Kota Perdagangan, Surabaya di Zaman Penjajahan, Menjelajah Surabaya, dan Babad Surabaya. Masing-masing tema akan mengajakmu mengunjungi bangunan berbeda.

Bus bakal berhenti di setiap destinasi sehingga kamu bisa turun untuk melihat-lihat lebih dekat atau cari spot foto. Tak sekedar melihat-lihat, di sepanjang jalan kamu pun akan mendapat penjelasan dari pemandu.

Asiknya lagi, bus ini tidak memasang tarif dan bisa kamu naiki secara gratis. Tapi, kamu tetap harus mendaftar terlebih dahulu baik via telepon (031) 539000 Ext 24142 atau datang langsung ke HoS.

2. Surabaya Shopping and Culinary Track

SSCT sendiri dikelola oleh Tourism Information Center Pemerintah Kota Surabaya. Pemberangkatannya dimulai dari Balai Pemuda. Untuk menaikinya, kamu harus membayar Rp7.500/perjalanan.

Tur dilakukan pada hari Selasa, Sabtu, dan Minggu pukul 09.00 – 14.00 WIB. Untuk hari Selasa, rutenya adalah: Balai Pemuda – Balai Kota – Museum Surabaya – Masjid Jami’ Peneleh – Rumah HOS Tjokroaminoto – Masjid emayoran – Balai Pemuda.

Berbeda lagi di hari Sabtu dan Minggu. Rutenya adalah: Balai Pemuda – Balai Kota – Museum Surabaya – Sentra UKM Merr – Taman Bungkul – Masjid Al Falah – Balai Pemuda.

Mobil Sewa

Kalau ingin lebih bebas mengunjungi berbagai tempat wisata di Surabaya dan sekitarnya, kamu bisa menyewa mobil. Harganya sekitar Rp300.000 – Rp600.000/hari tergantung jenis mobil yang disewa.

Umumnya, mereka akan meminta tanda pengenalmu sebagai identitas. Tentunya, kamu juga harus memiliki SIM A kalau tidak ingin menyewa sopirnya sekaligus.

Motor Sewa

Kalau menyewa mobil terlalu mahal untukmu, rental motor bisa jadi pilihan alternatif yang lebih ekonomis. Apalagi, motor lebih luwes bergerak menembus padatnya lalu lintas.

Harga sewanya sendiri bervariasi sekitar Rp60.000 – Rp85.000/hari. Seperti mobil, kamu juga perlu menjaminkan beberapa kartu identitas dan wajib memiliki SIM C.

Ojek

Takut berkendara sendiri di tengah lalu lintas yang ramai motor dan mobil? Atau takut nyasar karena belum hapal jalanan menuju tempat wisata di Surabaya dan sekitarnya? Pakai aja jasa ojek untuk berkeliling.

Di Kota Pahlawan, ojek masih mudah ditemui baik yang konvensional maupun online. Tarifnya bermacam-macam tergantung jarak dan kemampuanmu bernegosiasi.

Taksi

Taksi pun bisa jadi sarana transportasi pilihan untuk berkunjung ke tempat wisata di Surabaya dan sekitarnya. Harganya mungkin lebih mahal dari ojek, tapi, tingkat kenyamanannya juga lebih tinggi.

Ada banyak taksi konvensional dan online yang beroperasi di sini. Masing-masing armada memasang tarif berbeda, namun umumnya mematok biaya minimum Rp10.000 – Rp20.000.

Tempat Wisata Surabaya Populer

Ada banyak pilihan tempat wisata di Surabaya dan sekitarnya yang bisa kamu kunjungi. Mulai dari yang bertema klasik, alam, sampai modern. Nggak percaya? Simak deh daftarnya berikut ini:

House of Sampoerna (HoS)

House of Sampoerna merupakan bangunan megah bergaya kolonial Belanda yang dibangun 1862 silam. Di zaman modern ini, HoS menjadi cagar budaya yang dilestarikan sekaligus tempat wisata Surabaya ikonik.

Bukan cuma cantik sebagai tempat hunting foto di Surabaya siang hari, kamu pun bisa melihat dari dekat produksi rokok dan belajar melinting kretek.

Tempat ini juga memiliki museum yang menceritakan sejarah singkat tentang HoS dan silsilah keluarga Sampoerna. Selain itu, masih ada galeri seni yang memajang benda-benda antik nan unik. Ada pula cafe bergaya kolonial yang asik untuk nongkrong dan memuaskan rasa lapar serta dahagamu.

Oh iya, masih ada lagi yang tak boleh kamu lewatkan dari HoS. Yakni berkeliling dengan bus SHT secara cuma-cuma tanpa dipungut biaya.

Kebun Binatang Surabaya (KBS)

Pernah mendengar tentang KBS? Ragu mau ke sana gara-gara santer diberitakan mengabaikan satwa-satwa koleksinya itu?

Jangan khawatir. Meski belum sebesar Taman Safari Bogor, kebun binatang yang didirikan sejak 31 Agustus 1916 ini terus berbenah dan melakukan perbaikan. Tak hanya dari segi fasilitas umum, tapi juga pada pemeliharaan satwa.

Kandang-kandang beberapa binatang telah direvitalisasi. Kegiatan-kegiatan tambahan seperti atraksi tunggang satwa, dongeng satwa, dan live music disediakan. KBS bahkan sempat menggandeng pakar satwa dunia sebagai partner untuk perbaikan.

Jadi, jangan ragu buat berkunjung ke sini. Cocok kok dijadikan destinasi wisata keluarga dan anak yang edukatif. Ditambah lagi, di depan KBS kamu bisa berfoto dengan patung buaya dan hiu yang menjadi ikon kota selama ini.

Pantai Ria Kenjeran (Ken Park)

Mumpung berada di Kota Pahlawan yang berada di tepi pantai, sekalian aja mampir ke Pantai Ria Kenjeran alias Ken Park. Lokasinya sekitar 9 km dari pusat Kota Pahlawan dan 10 km dari Jembatan Suramadu.

Ken Park sering juga disebut sebagai Pantai Kenjeran Baru. Pasalnya, memang ada dua wisata bernama Pantai Kenjeran di Surabaya. Yang satu lagi adalah Kenjeran Lama berjarak 1,9 km dari Ken Park.

Kalau Kenjeran Lama lebih fokus pada wisata panorama laut dan memancing, Ken Park punya berbagai macam wahana yang lebih lengkap. Mulai dari Atlantis Land, sirkuit motor, pacuan kuda, dll.

Di pantai ini juga banyak bangunan berarsitektur Tiongkok seperti patung Dewi Kwan Im, Budha 4 wajah, Pagoda Tian Ti, dan Klenteng Sanggar Agung. Meski difungsikan sebagai tempat sembahyang, masyarakat umum diperbolehkan berkunjung dan melihat-lihat.

Ciputra Waterpark

Gerah merasakan udara yang panas di sini? Kamu mungkin memang nggak bisa menemukan air terjun seperti di Bogor. Tapi, kamu bisa ngademin diri dengan berenang di Ciputra Waterpark.

Bukan sekedar kolam renang biasa, Ciputra Waterpark berdiri di lahan seluas 5 ha lebih. Angka inilah yang menasbihkannya menjadi wahana wisata air terbesar di Kota Surabaya.

Mengambil konsep cerita Petualangan Sinbad, tak heran kalau ada banyak wahana bergaya Timur Tengah ala Dongeng 1001 Malam. Di antaranya ada Sinbad’s Playground, Chimera Pool, Sirens River, dll.

Asiknya lagi, masih ada fasilitas lain berupa flying fox atau trampolin yang bisa dinaiki dengan membayar tiket tambahan. Kamu pun dapat menikmati sensasi terjun di film lewat Cinema 5D yang beroperasi setiap hari.

Surabaya North Quay (SNQ)

Baru dibuka Februari 2016, SNQ sudah jadi salah satu destinasi populer di antara tempat tempat wisata di Surabaya dan sekitarnya. Terutama di kalangan anak-anak muda yang hobi nongkrong.

Bukan cuma karena kamu tak perlu membayar tiket masuk sehingga cocok untuk yang sedang cari tempat wisata gratis. Tapi, destinasi ini memang berbeda dari tempat nongkrong pada umumnya di Indonesia.

Pemandangan yang disuguhkan adalah pelabuhan, kapal yang sedang berlabuh, sampai Jembatan Suramadu yang fenomenal. Di malam hari, lampu-lampunya bakal terlihat sangat cantik. Bisa dibilang, SNQ termasuk tempat wisata Surabaya malam yang sangat recommended.

Pemandangan matahari terbenamnya pun tak kalah kece. Apalagi saat ada kapal pesiar yang sedang mampir, kamu jadi berasa ada di luar negeri.

Asiknya lagi, di kawasan ini tersedia berbagai macam kuliner dengan harga terjangkau. Yakni mulai dari Rp10.000 saja. Ada juga tempat khusus belanja produk unik buatan pengrajin lokal di SNQ.

Wisata Kuliner Surabaya

Pergi ke suatu tempat tak lengkap rasanya kalau belum mencicipi masakan khasnya. Oleh karena itu, kalau kamu berkunjung ke tempat wisata di Surabaya dan sekitarnya, jangan lupa mampir ke tempat yang menjual makanan berikut ini:

Lontong Kupang

Lontong kupang adalah makanan yang menggunakan kupang putih (sejenis kerang laut berukuran kecil) sebagai bahan utama. Kupang yang telah dikupas direbus serta diberi kuah petis dan perasan jeruk nipis.

Biasanya, kupang ini dimakan dengan irisan lontong dan lentho. Penjual juga kerap menyediakan sate kerang sebagai lauk tambahan.

Sementara itu, degan merupakan minuman favorit pendamping lontong kupang. Pasalnya, kombinasi degan dan kupang ini diyakini dapat menghilangkan semua penyakit dalam tubuh dan membuat tubuh kita sehat.

Rujak Cingur

Seperti namanya, makanan ini adalah perpaduan dari bumbu rujak petis dan irisan cingur. Tahukah kamu apa itu cingur? Dalam bahasa Jawa, cingur berarti mulut.

Cingur yang dipakai di sini adalah mulut atau moncong sapi yang telah direbus. Lalu diberi irisan buah pelengkap rujak pada umumnya seperti timun, bengkuang, kedondong, dll. Namun, ada juga yang hanya memakai sayuran seperti taoge, kangkung, dan kacang panjang rebus.

Kalau mau, kamu juga bisa menambahkan lontong, tahu, dan tempe. Bumbu berupa petis ditambah kacang tanah, gula merah, garam, cabai, dan air kemudian dihaluskan dan dituang ke bahan-bahan.

Tahu Tek

Kuliner khas lain yang sayang dilewatkan adalah tahu tek. Masakan ini sekilas hampir mirip dengan tahu campur Jawa Tengah dan ketoprak Jakarta. Yakni sama-sama memakai potongan tahu goreng, lontong, taoge, dan bumbu kacang tanah.

Bedanya, kacang tanah pada tahu campur biasanya dihaluskan dengan bawang, cabe rawit, dan garam lalu disiram saus gula merah. Bumbu ketoprak sering dicampur kacang mete agar semakin gurih.

Sementara itu, tahu tek punya bumbu khasnya sendiri, yakni petis udang. Petis ini dicampur dengan kacang tanah, cabai, bawang putih, dan air secukupnya lalu ditumbuk sampai benar-benar kental.

Selain itu, bahan-bahan dalam tahu tek dipotong dengan menggunakan gunting. Meski makanan telah habis dipotong, penjual masih sering membunyikan guntingnya hingga keluar suara “tek tek tek”. Karena itulah makanan ini disebut sebagai tahu tek.

Pecel Semanggi

Pengen makan pecel dengan cita rasa unik? Kamu harus coba pecel semanggi saat pergi kulineran di tempat wisata Surabaya.

Umumnya, pecel di daerah lain hanya menggunakan kacang tanah, cabai, dan gula merah sebagai bumbu utamanya. Namun, pecel semanggi juga menambahkan terasi dan ketela rambat ke dalamnya.

Bumbu kemudian dituangkan pada daun semanggi dan kecambah yang sudah direbus. Sajikan bersama kerupuk puli agar rasanya semakin gurih. Pecel semanggi pun siap untuk dinikmati!

Es Krim Zangrandi

Zangrandi merupakan kedai es krim legendaris yang sudah dibuka sejak 1930. Kedai ini termasuk yang pertama-tama ada di Indonesia.

Meski sudah lama beroperasi, resep asli dari sang pendiri Renato Zanggardi tetap dipertahankan. Bangunan interiornya pun masih bergaya kolonial seperti saat pertama kali berdiri.

Kalau kamu mampir ke sini, jangan lupa pesan dua menu andalannya, Tutti Frutti dan Noodle Ice Cream. Zangardi juga menyediakan menu selain es krim yang tak kalah lezat seperti lumpia, risoles, kroket, dll.

Akomodasi dan Hotel di Surabaya

Akomodasi termasuk hal terpenting yang harus kamu siapkan saat berkunjung ke tempat wisata di Surabaya dan sekitarnya. Terutama kalau kamu berasal dari luar kota dan berniat menjelajahi Kota Pahlawan lebih dari satu hari.

Kalau kamu masih bingung menginap dimana, simak rekomendasi akomodasi dan hotel di dekat tempat wisata di Surabaya dan sekitarnya berikut ini:

Low Budget

Ada berbagai akomodasi murah meriah yang bisa kamu temui di sekitar tempat wisata di Surabaya dan sekitarnya. Umumnya, penginapan murah ini berupa hostel, homestay, atau kamar kos harian.

Meski murah, ada juga yang memiliki fasilitas cukup lengkap. Livinn Hostel di dekat Stasiun Gubeng misalnya, menyediakan AC, TV, WiFi gratis, akses LAN di semua kamar, sarapan, bar, sampai massage

Padahal, harga yang ditawarkan mulai Rp110.000 saja untuk single bed. Sementara itu, kamar dengan double bed dipatok mulai Rp170.000. Sangat cocok untuk kamu yang lagi backpacker-an.

Mid Budget

Kalau kamu lebih mengutamakan kenyamanan dalam perjalanan, menginap di hotel mid budget bisa jadi pilihan. Umumnya, fasilitas yang ditawarkan juga lebih lengkap dari penginapan low budget.

Dengan harga mulai dari Rp500.000, kamu sudah bisa mendapatkan kamar untuk 2 orang di daerah perkotaan. Misalnya di Brava Suites by Zia Surabaya yang hanya berjarak 4 km dari KBS dan 8,8 km dari HoS.

High Budget

Ingin mendapatkan fasilitas terbaik dan punya budget lebih? Tak ada salahnya memilih hotel bintang 4 atau 5 yang berlokasi di sekitar tempat wisata di Surabaya dan sekitarnya.

Kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia ini punya sederet tempat akomodasi yang bisa kamu coba. Ada yang mengambil konsep modern, ada juga yang mengusung tema klasik.

Salah satu yang bergaya vintage ini adalah Hotel Majapahit yang ada di Jalan Tunjungan. Hotel ini pertama kali dibangun pada 1910 dan masih mempertahankan bentuk aslinya.

Asal tahu saja, hotel ini dulunya adalah Hotel Oranje alias Hotel Yamato yang menjadi saksi bisu Insiden Bendera, 19 September 1945 silam.

Kini, Hotel Majapahit sudah menjadi hotel bintang 5 dengan berbagai fasilitas modern. Di antaranya termasuk spa, kolam renang outdoor, gym, AC, TV kabel, layanan antar jemput gratis ke Grand City Mall, dll. Harga termurahnya dimulai dari Rp1,3 juta/malam untuk dua orang.

Jaraknya dengan beberapa tempat wisata di Surabaya dan sekitarnya pun tak terlalu jauh. Yakni sekitar 1,4 km dari Monumen Kapal Selam dan 1,7 km dari Masjid Muhammad Cheng Ho.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Wisata di Surabaya

Tertarik ingin pergi ke tempat wisata di Surabaya dan sekitarnya? Perhatikan hal-hal berikut ini agar liburanmu semakin menyenangkan:

Jangan mudah tersinggung kalau ngomong sama orang setempat. Meski ucapan mereka terdengar agak keras, bukan maksud mereka untuk membentak atau memarahimu. Tak usah juga mengambil hati kalau mereka sedang mengumpat dengan kata-kata kasar.

Karena berada di daerah pesisir, udara di sini cukup panas. Kalau pergi ke tempat wisata di Surabaya dan sekitarnya siang hari, jangan lupa memakai sunblock atau topi untuk melindungi kulitmu.

Kenakan pakaian yang nyaman dan mudah menyerap keringat. Jangan salah kostum memakai jaket tebal karena mengira kota ini sama dinginnya dengan Malang yang letaknya tak terlalu jauh dari sini.

Hindari juga memakai kaos atau atribut Arema untuk mencegah kemungkinan bentrokan dengan Bonek.

Pesan tiket jauh-jauh hari agar kamu bisa mendapatkan harga dan penawaran terbaik. Siapa tahu ada maskapai atau armada yang mengadakan promo.

Lalu lintas kota tergolong padat dan pengendara motornya sering tak sabaran. Kadang, meski lampu lalu lintas masih merah, mereka sudah maju hingga melebihi lampu itu sendiri. Jadi, selalu berhati-hatilah saat menyeberang jalan. Untuk lebih amannya, cari jembatan penyebrangan atau lampu lalu lintas khusus penyeberang.

Siap Berangkat ke Tempat Wisata di Surabaya dan Sekitarnya?

Itu dia informasi lengkap yang bisa kami berikan untukmu tentang tempat wisata di Surabaya dan sekitarnya. Semoga bisa membantu memperlancar perjalananmu ke sana, ya!

Siapkan bekal dan segala sesuatu yang kamu butuhkan sebelum berangkat. Tak lupa, siapkan juga fisik dan selalu berdoa agar diberi kemudahan di perjalanan. Selamat berlibur!


Sumber : https://www.pikniek.com/indonesia/wisata-surabaya/

0 Komentar

Topik Tentang Feng Shui Rumah Banyak Rejeki

lukisan pembawa hoki | fengshui pintu rumah | pintu rumah membawa hoki | feng shui kamar tidur yang baik untuk rezeki | pohon rezeki | lukisan feng shui | ilmu fengshui | tanaman pembawa hoki menurut feng shui | fengshui hari ini | feng shui ruang tamu | rumah membawa rezeki | feng shui tanaman di dalam rumah | tanaman rejeki | lukisan feng shui ruang tamu | lukisan pembawa hoki di rumah | tanaman yang membawa rezeki |

Konsultasi Feng Shui & Interior Desain

Jangan tunggu untuk sharing dan konsultasi feng shui dengan kami. Ciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan anda dengan mengevaluasi rumah berdasarkan fengshui. Hubungi Kami sekarang!