Taman Bungkul Surabaya: Ruang Terbuka Hijau di Tengah Metropolitan

Taman Bungkul Surabaya: Ruang Terbuka Hijau di Tengah Metropolitan

Surabaya dikenal sebagai kota metropolitan kedua setelah ibukota Jakarta. Jika mendengar kata metropolitan, citra yang tersemat adalah kota besar yang padat penduduk, kemacetan lalu lintas, polusi udara dan kebisingan. Tapi tahukah Anda, Surabaya juga dikenal sebagai kota Seribu Taman karena Surabaya memiliki taman-taman yang indah yang dibangun Pemerintah Kota Surabaya. Kehadiran taman-taman ini menjadi alternatif hiburan yang menyenangkan dan terjangkau bagi warga Surabaya dan sekitarnya di tengah hiruk pikuk kehidupan kota besar. 

Salah satu taman yang menjadi kebanggaan warga Surabaya adalah Taman Bungkul Surabaya. Taman dengan luas 900 meter persegi ini, awalnya merupakan wisata ziarah makam Mbah Bungkul yang terletak di area belakang taman. Akan tetapi semenjak diresmikan pada 21 Maret 2007, taman ini berubah menjadi ruang terbuka hijau (RTH). 

Green Open Space atau Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah area atau jalur dalam kota/wilayah yang penggunaannya bersifat terbuka. Dikatakan ‘hijau’ karena RTH menjadi tempat tumbuh tanaman—baik secara alamiah ataupun yang sengaja ditanami. Taman Bungkul Surabaya sebagai RTH memiliki banyak manfaat, diantaranya:

1. Fungsi ekologi. Menjadi ‘paru-paru’ kota atau wilayah. Tumbuhan dan tanaman hijau dapat menyerap kadar karbondioksida (CO2), menambah oksigen, menurunkan suhu dengan keteduhan dan kesejukan tanaman, menjadi area resapan air, serta meredam kebisingan.

2. Ruang tempat warga dapat bersilaturahmi dan berekreasi. Anak-anak mendapatkan ruang untuk bermain, sehingga tidak terlalu banyak menghabiskan waktu di depan televisi atau video game. Masyarakat dapat berjalan kaki, berolahraga, dan melakukan aktivitas lainnya.

3. Fungsi estetis. Kehadiran Taman Bungkul sebagai RTH memperindah kota Surabaya. Bayangkan suasana kota yang ‘kering’, panas, gersang, wilayah yang hanya dipenuhi tembok dan tanaman artifisial. Bandingkan dengan wilayah yang menghijau. Bukan saja hati dan perasaan jadi adem. Kepala pun bisa diajak berpikir lebih jernih dan kreatif.

4. Fungsi pendidikan. Taman Bungkul sebagai RTH menjadi ruang tempat tanaman yang bisa dijadikan sarana belajar. Kalau anak-anak juga dilibatkan dalam pengelolaan RTH, mereka juga akan mendapat pelajaran soft skill yang penting dan mungkin tak bisa didapatkan di bangku sekolah: belajar berorganisasi dan menghayati nilai-nilai luhur dari upaya menjaga kelestarian lingkungan. Ini bekal yang penting bagi mereka sebagai generasi penerus di masa depan.

5. Fungsi ekonomis. Taman Bungkul sebagai RTH bukan saja menjadi lokasi wisata yang strategis, namun juga menghasilkan nilai ekonomi bagi sentra PKL di sekitar wilayah Taman Bungkul. Oleh karena itu, keberadaan RTH dapat menyejahterakan masyarakat di sekitarnya.

Dengan sekian banyak manfaatnya, bisa kita pahami mengapa keberadaan Taman Bungkul di Jalan Darmo Surabaya ini sebagai Ruang Terbuka Hijau menjadi sangat penting di kota Surabaya. Adanya sarana bermain anak, sarana olahraga seperti arena skateboard, arena sepeda bmx, dan jogging track dan berbagai sarana penunjang menjadikan Taman Bungkul sebagai salah satu Ruang Terbuka Hijau terbaik di Indonesia.

0 Komentar

Topik Tentang Feng Shui Rumah Banyak Rejeki

lukisan pembawa hoki | fengshui pintu rumah | pintu rumah membawa hoki | feng shui kamar tidur yang baik untuk rezeki | pohon rezeki | lukisan feng shui | ilmu fengshui | tanaman pembawa hoki menurut feng shui | fengshui hari ini | feng shui ruang tamu | rumah membawa rezeki | feng shui tanaman di dalam rumah | tanaman rejeki | lukisan feng shui ruang tamu | lukisan pembawa hoki di rumah | tanaman yang membawa rezeki |

Konsultasi Feng Shui & Interior Desain

Jangan tunggu untuk sharing dan konsultasi feng shui dengan kami. Ciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan anda dengan mengevaluasi rumah berdasarkan fengshui. Hubungi Kami sekarang!